Sering
saya membaca ataupun menemui langsung dikehidupan sehari-hari
anggapan bahwa menggunakan Linux itu susah. Ada juga yang bertanya
tenyang kenyamanan menggunakan Linux. Ahhh semua itu tergantung
pengguna kalau menurut saya, ibaratnya kita belajar naik sepeda apa
kita langsung bisa menggunakan dengan lancar? Kan tidak, tidak usah
sepeda, Windows sendiri lah, awalnya kan kita juga susah bagaimana
menjalankan Windows, bekerja dengan Ms Office,? Kita musti latihan
dulu kan? Sama, menggunakan Linux pun juga seperti itu, kalau kita
mau merasa nyaman, bisa ya latihan. Jangan melihat Linux sekarang itu
kita harus mengetikkan kode-kode yang kita sendiri tidak tahu
artinya, ngapain ??? kita gunakan Linux dengan berbagai macam
distribusi nya untuk kegiatan sehari-hari, ngetik, nonton film,
browsing, mendengarkan musik, apa saja yang biasa kita lakukan di
Windows di Linux juga bisa. Namun memang adakalanya kita harus
bekerja dengan suatu program yang windows based, artinya hanya bisa
berjalan di Windows, yahh itu lah saat ini kendala yang saya alami
jika saya harus migrasi ke Linux 100%. Kalau untuk urusan bekerja
dengan office, Libre Office sudah sangat nyaman digunakan kok,
browsing ? Firefox, Chrome. Nonto film ? VLC, SMPlayer, Mendegarkan
musik? Rhytmbox. Jika kegiatan kita sehari-hari bisa ditangai dengan
Linux kenapa kita tidak mau belajar? Perlu diketahui bahwa sebenarnya
kita menggunakan Windows bajakan itu melanggar undang-undang loh,
juga untuk yang beragama muslim, menggunakan sesuatu tanpa seiijin
atau sepengetahuan yang mempunyai kan sama saja mencuri? Kadang
hal-hal itu yang membuat kita harus mau belajar menggunakan Linux,
kalau memang kita mampu membayar lisensi-lisensi dari Microsoft dan
software-softwarenya itu bukan masalah ya, yang jadi masalah adalah
ketika kita menggunakan semua itu dengan membajaknya.
Saya
menulis ini dengan tujuan semoga, yang belum tahu tentang Linux bisa
browsing-browsing mencari referensi, atau bahkan mencobanya. Saya pun
dulu juga masa bodoh sama hal-hal seperti ini, ahh yang penting
nyaman, kerjaann beres cepat selesai. Ya mau bagaimana kalau dari SD
yang kita pelajari adalah Windows, oke kalau untuk dunia pendidikan
ada lisensi khusus jadi bisa tidak semahal untuk lisensi personal.
Tapi itu kan untuk sekolahan? Bukan untuk pribadi. Ya mau tidak mau,
kita pasti akan menggunakan Windows bajakan, karena yang diajarkan
didunia pendidikan saat ini yang Windows based. Sepertinya memang
kurang ada tindakan dari pemerintah mengenai masalah software bajakan
ini, mungkin karena sudah terlalu menjamur, mudah didapat pula, dan
dukungan pemerintah untuk program Open Source ini juga kurang, dulu
sih pernah dengar tentang IGOS (Indonesia, Go Open Source) tapi saya
juga kurang tahu sudah berkembang sampai mana. Susah memang di
Indonesia ini untuk beralih ke open source, sebenarnya tidak harus
100% Linux, paling tidak ayolah belajar.
Saya
tidak perlu menuliskan disini apa keuntungan menggunakan Linux, sudah
banyak sekali artikel diinternet yang membahasnya. Cara install Linux
dari berbagai macam distribusi juga banyak diinternet, dukungan
forum-forum, komunitas banyak sekali kok, jadi jangan takut untuk
mencoba. Apa sih yang menyebabkann kita enggan belajar Linux
Harapan
saya, semoga kelak, Linux akan diperkenalkan sejak dini, berdampingan
dengan Windows, khususnya didunia pendidikan di Indonesia, jadi kita
bisa memangkas biaya untuk pengadaan software, ehh kita kan tidak
pernah beli ya, :D :D.